-->
loading...

Dampak Pandemi Terhadap Usaha Kecil

instarumah.com - Pandemi Covid 19 masih melanda di pelbagai negara sudut bangsa dunia ini, hanya beberapa bangsa dan negara yang tidak terjangkit pandemi ini. 

Sampai tulisan ini dibuat, negara tercinta kita yaitu Indonesia masih melawan pandemi Covid 19, sama-sama telah kita ketahui bahwa pemerintah telah berupaya dengan keras baik meteril, dan non materil untuk menangani wabah ini. 

Segala peraturan telah diterapkan baik dalam skala daerah sampai nasional.

"Dampak Covid"

Banyak sekali hal terjadi sebagai dampak dari pandemi covid 19 ini, dari segala bidang yang ada. 

Namun selain dampak negatif yang menjadi dampak paling dirasakan tentunya banyak hal yang menjadi hikmah dari adanya pandemi ini. 

Tulisan ini hanya bagian kecil usaha mikro atau usaha kecil menengah membahas dalam kontek tersebut, banyak sekali yang nanti bisa kita gali dan bahas yang tentu harapanya adalah bisa menjadi sedikit informasi yang bermanfaat kususnya dalam bidang usaha mikro atau usaha kecil menengah. 

Jika kita benar-benar mencermati dengan adanya kejadian pandemi ini maka dampak pada sektor ekonomilah yang paling menjadi sorotan serta paling besar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. 

Tentunya hal tersebut terjadi karena pandemi covid 19 menciptakan protokol atau aturan pembatasan dalam berinteraksi antara oarang satu dengan yang lainya dalam masyarakat. Larangan mengadakan perkumpulan orang dalam jumlah majemuk adalah hal yang sangat berdampak pada pergerakan dan perputaran roda perekonomian masyarakat.

Sosial distancing

Sebagian besar masyarakat Indonesia yang mana prosentase terbanyaknya adalah ekonomi menengah dan menengah kebawah. 

Faktanya dari berbagai macam krisis ekonomi terdahulu merekalah yang selalu merasakan dampak langsung serta nyata. Mereka harus menghadapi keadaan ekonomi yang terus terpuruk tergerus oleh keadaan. 

Yang banyak dilupakan adalah masyarakat ekonomi menengah serta menengah kebawah sekarang kususnya bukan hanya harus menghadapi krisis ekonomi yang diakibatkan pandemi covid 19 ini, tapi juga harus menghadapi wabah covid 19 ini dengan kata lain krisis kesehatan ini harus dilawan atau bahkan harus dijadikan situasi berdampingan dengan pola kehidupan yang berubah pula. 

Bisa dibayangkan betapa berat apa yang harus dihadapi oleh mereka, dengan semua keadaan yang sedang berlangsung sekarang ini. Masyarakat ekonomi menengah dan menengah ke bawah yang notabene bergerak di ekonomi mikro serta menengah, sebagian juga bekerja sebagai karyawan swasta atau buruh. 

Tentunya bagaimana cara menghadapi situasi pasar yang sepi dan nyaris tidak berjalan dengan pendapatan yang terus menurun.

Corona Viruses

Kita lihat dulu beberapa bidang usaha yang berjalan, atau bisa dikatakan jenis usahanya dulu. Dalam situasi sekarang ada beberapa jenis atau bidang usaha yang masih mampu berjalan dan bahkan ada yang semakin bertumbuh meski belum kearah berkembang. 

Jenis usaha tersebut diantaranya bidang usaha sembako, bidang usaha energi dan bidang usaha digital. Lalu bagaimana dengan bidang usaha property di tengah pandemi covid 19 ? ya seperti realita yang ada bidang property dapat dikatakan berjalan meski lamban namun tetap ada pergerakan. 

Kita kembali pada bidang usaha mikro dan menengah dulu sebagai realita yang kita lihat bersama. Pada jenis ini bidang yang masih bertahan dengan sangat baik dan bertumbuh adalah bidang sembilan bahan pokok (sembaqko), kususnya dalam lingkup kuliner. Bidang kuliner masih sangat baik, bergerak terus berjalan meski tidak dalam laju yang cepat namun cenderung stabil. 

Mengingat makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar manusia dalam hidupnya, bukan mangan ora mangan asal kumpul *pepatah jawa{makan tidak makan asal berkumpul}. Namun dalam masa pandemi covid 19 ini adalah berkumpul dan makan bersama menjadi kebiasaan lama yang menjadi baru. Pada sektor ini baik yang off line ataupun on line rata-rata memiki repeat order yang cenderung stabil.

Banyak bermunculan hal-hal baru serta kreatif dalam penciptaan serta strategi pemasaranya, bahkan ada yang menciptakan keunikan tersendiri. 

Ambil contoh akibat dari protokol kesehatan ditengah pandemi covid 19 yang membatasi mobilitas masyarakat maka munculah istilah seperti Delivery Order (DO). Dengan memanfatkan teknologi yang ada, dari hal sederhana dimulai dari group Chating di tengah masyarakat mereka menciptakan pasar baru dari lingkungan mereka sendiri.

Beberapa usahawan menengah ini yang memang melayani offline seperti di pasar tradisional atau modern akhirnya mereka juga melakukan hal yang sama yaitu on line marketing atau pemesana on line pesan antar. 

Secara keseluruhan sektor inilah yang menjadi penggerak ekonomi bawah karena melibatkan pelbagai unsur dalam prosesnya. Dari transportasi, bahan bakar, bahan baku sampai pada pemasaranya juga masih melibatkan hgal-hal tersebut. 

Sektor ini dalam keseharian kita memang berkaitan erat dengan sektor-sektor lainya, maka saat sektor dan bidang ini berjalan terus dengan baik maka sektor atau bidang lainya juga akan ikut berjalan dengan semestinya. Saat situasi ekonomi sulit masyarakat tetap membutuhkan makanan dan minuman tidak bisa tidak.

WHF Work From Home

Selain usahawan yang memang sudah bergerak disektor kuliner dari sebelumnya juga akhirnya bermunculan usahawan-usahawan baru yang mana karena dilatar belakangi beberapa waktu terakhir tingkat pendapatan mereka yang sebagai pekerja harus menurun dengan sangat drastis. 

Sekali lagi faktanya secara kusus sektor ini sangat menjajikan dalam situasi seperti sekarang ini dan setelah masa pandemi covid 19 nanti berakhir, karena mereka bisa membuka usaha dari rumah tidak harus menyewa tempat sebagai fasilitas property mereka dalam membangun usaha. 

Masyarakat selalu bisa mendapatakan dan mencipkan solusi dalam setiap krisis kususnya krisis ekonomi selama melanda Negara ini secara umum. 

Tinggal bagaimana pemerintah menciptakan aturan yang dapat meringankan beban hidup masyarakatnya, kebijakan yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dengan bukan hanya memberikan ikan namun juga kailnya sebagai jawaban dari beratnya hidup menghadapi dampak pandemi covid 19.
LihatTutupKomentar
loading...