-->
loading...

Meningkatnya Produktivitas di Rumah saat Pandemi Covid19

instarumah.com - Dampak pandemi covid 19 diantaranya adalah aturan atau protokol kesehatan dengan slogan tetap di rumah, kemudian diberikan kata-kata motivasi di ujungnya. 

Seperti tetap di rumah kita bisa, di rumah aja itu lebih bijak, di rumah saja membuat aman orang lain dan masih banyak lagi kalimat-kalimat himbuan dan bernada motivasi. Namun pertanyaanya adalah seproduktif apa kita dari rumah baik dalam beraktifitas sehari-hari atau melaksanakan tugas pekerjaan kita. 

Tetap memberikan efektifitas atau malah sebaliknya ?


Mari kita lihat aturan apa saja yang kemudian membuat rumah mendadak menjadi sentral atau pusat dari segala aktifitas kita sehari-hari, yang mana berawal dari rumah dan diakhiri di rumah seperti biasanya. 

Dalam segala aspek semua telah diberikan aturan dan himbauan pemerintah, dari segala bidang baik pendididkan, profesi, pekerja, bisnis serta semua bidang lainya dikerjakan di rumah, bahkan sampai beribadahpun di rumah. 

Dengan situasi demikian selalu ada yamg diuntungkan dan rugikan baik secara materiil dan non materiil. Bidang yang sangat diuntungkan saat pandemi covid 19 seperti saat ini adalah, sektor pemberi jasa digital dan akses internet. 

Pernahkah terbesit bagaimana saat situasi sekarang terjadi pada jaman sebelum teknologi seperti sekarang, kami kira justru tidak akan melakukaan apa-apa yang berkaitan dengan profesi atau pekerjaan. 

Maka sekarang kita tetap dituntut untuk tetap produktif dengan pikiran-pikiran kita dan karya kita, tetap di rumah tetap berkarya. Disisi lain perlu diingat bahwa masyarakat kita secara keseluruhan tidak semua sudah mengikuti perkembamgan teknologi kususnya digital. Setiap aturan yang dibuat akan selalu memiliki efek yang searah ataupun sebaliknya, lalu bagaimana jika sebaliknya..? 

karena jika searah dan sejalan tidak akan menemukan problem berarti dari kebijakan yang dibuat.


Lantas bagaimana tetap produktif di rumah meski kita atau masyarakat sebagian tidak memiliki pengetahuan serta akses digital dan internet. 

Kita mulai dari pengertian produktif dulu, produktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disempurnakan ejaanya adalah berarti bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar). Jika kosa kata dalam jumlah besar dihilangkan, maka tinggal bersifat atau mampu menghasilkan. 

Rumah atau tempat tinggal adalah sumber dari produktifitas kita, segala yang ada didalam dan sekitarnya menjadi faktor utama dalam menentukan hasil produktifitas kita selain faktor manusianya sendiri. 

Jika kita mulai dari kebutuhan dasar jiwa manusia dalam hidup adalah beribadah, maka akan kita mulai dari hal ini. Sudah seberapa banyak waktu yang kita miliki dengan bersama-sama keluarga sebagai pembimbing (jika orang tua) dalam meluangkan waktu serta dikususkan untuk beribadah kepada Tuhan bersama keluarga tercinta. 

Disini bagaimana dengan yang belum berkeluarga, jika belum berkeluarga tentunya pertaanya adalah seberapa banyak waktu kita mencontoh orang tua dan memberikan contoh pada yang lebih muda  dalam keluarga kita untuk beribadah bersama. Di sini ternyata kebijakan tetap di rumah saja justru membuat efek kualitas ibadah keluarga menjadi meningkat dan kebersamaan dalam keluarga menjadi lebih berkualitas juga. 

Pernahkah kita merenung sejenak bahwa kita ternyata lebih banyak menghabiskan waktu kita di luar rumah bersama orang lain, maka jika jawabanya benar boleh kita tertawa sejenak. 

Bahwa kita pantas mensyukuri dengan situasi yang terkena wabah seperti sekarang, kita dipaksa untuk mengingat Tuhan lebih serius, mengingat keluarga lebih sering, dan memelihara ibadah diri perlu sangat diutamakan. 

Dengan di rumah kita mungkin lebih banyak mau belajar lagi memperbaiki ibadah kita, mengatamkan kitab suci kita, menghafalkan do'a-do'a dari kitab kita, menggali lebih banyak lagi ilmu Agama bersama keluarga tercinta. 

Jika sudah lebih dari tiga bulan kebersamaan dengan keluarga lebih inten maka akan menciptakan kebiasaan positif baru bagi diri kita, bisa jadi menjadi seperti itu. Jika sudah seperti itu maka definisi produktifitas bisa saja tercapai. tentunya denmgan tetap mematuhi protokol penananganan covid 19.


Bagaimana dengan hal lain, seperti pendidikan anak-anak atau pekerjaan kita? pemerintah telah membuat aturan melalui kementrian sektoral ataupun oleh setiap pemerintah daerah. Tentunya disesuaikan dengan keadaan tingkat penyebaran covid 19, serta disesuaikan dengan infrastruktur pendukung dari setiap tingkat pendidikan yang mana pada semua wilayah tidak sama. 

Mengingat pada komunitas pendidikan memiliki resiko yang besar dalam penularan covid 19 maka pemerintah telah melakukan langkah dengan menerapkan sistem pembelajaraan on line. Perlu diketahui bahwa tidak semua lapisan masyarakat memiliki pengetahuan yang sama dalam menggunakan Media digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Lantas bagaimana mengatasinya? lalu secara teknik bagaimana pelaksanaan sistem on line atau dalam jaringan (daring). Secara teknik pelaksanaan sistem pembelajaran daring faktanya menciptakan banyak keunikan serta kreatifitas sebuah karya pendidikan yang tercipta dari para orangn tua wali murid. 

Secara umum pembelajaran sistem daring melibatkan pembelajaran berbasis orang tua (wali murid), kenapa demikan karena pembelajaran daring yang menggunakan aplikasi gatged ataupun komputer mengharuskan siswa-siswi memiliki instrumentnya yaitu minimal memiliki smart phone android. 

Baik dari tingkat taman kanak-kanak sampai pada perguruan tinggi sekalipun, mau tidak mau semua wali murid mampu terlibat dalam pengadaan benda ini dan dalam pengoperasianya sekalipun. 

Wali murid akhirnya menciptakan karya-karya kreatif dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya dalam pelaksanaan pembelajaran daring dari rumah, sehingga di rumahpun produktif secara pembelajaraan. 

Selalu ada plus dan minusnya dalam segala kegiatan atau kebijakan dibuat oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi covid 19 ini di setiap sektor aktifitas kita. Begitu juga dengan sistem pembelajaran daring ini, memang produktif dari rumah namun juga pembelajaran online menciptakan fenomena baru dalam keterhubungan melalui jaringan internet pada psikologi satu generasi.


Tak luput dari sistem online ataupun diliburkan, para pekerjapun dipaksa untuk tetap berkarya secara produktif dari rumah mereka masing-masing. 

Baik pekerja kelembagaan pemerintah dan swasta mereka juga mengalami hal yang sama yaitu bekerja dari rumah. Justru pada pekerja swasta serta pabrik mereka diliburkan, harus memiliki kreatifitas yang tinggi dan inisiatif diri agar tetap produktif meski berada di rumah.

Faktanya ada banyak pekerja kelembagaan pemerintah bekerja dari rumah pada bidang tanggung jawab tertentu yang mana tanggung jawab pekerjaanya berbasis on line. 

Para buruh perusahaan yang banyak diliburkan pun akhirnya memeiliki ide-ide kreatif dari rumah dalam menciptakan sebuah karya, sehingga mereka berlomba-lomba memebuat sebuah karya yang merupakan hasil dari sebuah keterpaksaan karena diliburkan perusahaan. 

Akan selalu ada jalan bekarya bagi mereka yang tidak mau menyerah meski berada di rumah, hal itu tidak membatasi mereka menciptakan peluang-peluang usaha baru seperti berdagang secara online, bekerjasama dengan aplikasi jual beli atau media sosial raksasa yang memfasilitasinya untuk memasarkan produk karyanya. 

Semua dilatar belakangi oleh jumlah pendapatan per bulan yang menopang ekonomi mereka menurun bahkan berubah sangat drastis. Seperti para pekerja yang diliburkan mereka bisa lebih fokus dalam membangun bidang usaha mereka sendiri dari rumah mereka yang membuat tetap produktif di masa-masa pandemi covid 19 sekarang. 

Kemudian  munculah fenomena baru lagi bahwa rumah menjadi sentra-sentra indutri rumahan baru atau dadakan. Contoh diawali dari hal-hal sederhana dari memasak lauk pauk untuk keluarga sendiri, bagian lain dari yang dikonsumsi mereka tawarkan kepada sanak saudara dan teman lewat online, akhirnya hasilnya mereka terpenuhi kebutuhan pokok makan dan bagian lainya menjadi modal uang untuk dikonsumsi esok hari. 

Ada beberapa yang memiliki pelanggan tetap lalu mempunyai reapet order meningkat dari permintaan, disinilah mereka sangat produktif dibalik kegiatan konsumtif yang dilakukan. Selalu tetap produktif dari rumah menjadi alat pemicu kreatifitas mandiri.


Jika beberapa hal yang merupakan pelaksanaan aturan protokol kesehatan dalam menghadapi covid 19 menciptakan para usahawan mandiri dalam ekonomi mikro ditengah-tengah masyarakat adalah efek dari di rumah saja kita bisa. Maka apakah mereka saja yang berada dirumah yaitu para pekerja pemerintah dan swasta serta perusahaan, tentu tidak karena yang di rumah saja adalah semua lapisan masyarakat.

Seperti para pedagang off line yang ada di pasar-pasar tradisional dan modern juga pedagang kaki lima, semua adalah para pelaku usaha mikro dan menengah. 

Jika semua kegiatan harus dilakukan dengan berbasis on line maka kami yakinkan bahwa kita tidak siap, on line selalu tergantung pada off line juga, misal saat kita memesan barang lewat on line pasti melibatkan bidang usaha jasa off line yang mengantarkanya. Semua bisa dipasarkan dan dilakuakan secara on line namun prosesnya tidak seratus prosen (100%) dilakukan secara on line. 

Untuk para pelaku usaha of line yang tidak paham teknologi apakah mereka juga harus berjualan di rumah, sedang semua masyarakat tidak diperbolehkan beraktifitas di luar rumah. 

Disinilah akhirnya kebijakan di rumah saja tetap produktif menjadi hal yang bertolak belakang, sekeras apapun berusaha menemukan cara, tidak akan mampu menjawab bahwa kegiatan offline tidak semua bisa dilakukan secara online, satu-satunya jawaban adalah semua kegiatan offline harus mematuhi protokol kesehatan covid 19 dalam pelaksanaan, artinya kegiatan offline tetap dilakukan dalam pelaksanaan perputaran ekonomi serta kegiatan lainya dalam kehidupan sehari-hari. 

Kebiasaan normal baru yang menjadi bagian kebijakan pemerintah di waktu-waktu terbaru ini.


Dalam pelaksanaan kebiasaan normal baru tentunya tidak semua lapisan masyarakat memahaminya sama seperti yang diharapkan oleh pemerintah sebagai pembuat keputusan aturan. 

Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada sejumlah daerah yang dirasa cukup mampu menekan penyebaran covid 19, pemerintah melaksanakan kebiasaan normal baru yang maksudnya adalah masyarakat tetap diberikan kebebasan beraktifitas dalam menunjang perputaran ekonomi kembali dan menghidupkan ekonomi dalam sekala besar.

Dengan merubah kebiasaan lama yang bebas dalam beraktifitas, diganti bebas beraktifitas mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan covid 19, yang mana dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah waktu berikteraksi dengan orang lain, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, tidak melakukaan kontak fisik dengan orang lain di luar. 

Kebijakan  ini sebenarnya masih memberi batasan pada masyarakat untuk tetap lebih banyak berada di rumah dan produktif dalam pekerjaanya dari rumah. Banyak pertanyaan muncul tentang Bagaimana cara tetap produktif meski berada di rumah? menjadi produktif sebenarnya bukan hal yang sulit dilakukan. 

Berikut beberapa hal perlu diperhatikan saat berada di rumah untuk tetap produktif, yang pertama adalah membiasakan diri dulu artinya kita juga perlu beradaptasi meski berada di rumah sendiri. 

Adaptasi di sini artinya kita membiasakana fisik dan psikologi kita yang mana biasanya dalam waktu dua puluh empat jam kita lebih banyak beraktifitas di luar rumah, di rumah sangatlah sedikit beraktifitas karena waktu yang tersisa dari aktifitas di luar rumah akan lebih banyak digunakan untuk tidur di rumah, istilahnya di rumah hanya numpang tidur saja. 

Yang kedua adalah saat jam produktif kita biasa digunakan di tempat kerja melaksanakan tugas-tugas pekerjaan kita, maka sekarang waktu tersebut berada dirumah, jika pekerjaan di tempat bekerja tidak perlu dilakukan dirumah maka kita perlu mencari dulu sebuah kegiatan yang dapat menggantikanya.


Kegiatan tersebut boleh berupa hobby, ataupun kegiatan yang sifatnya kita paksakan supaya kita bertambah pengetahuan tentang hal tersebut. 

Pastinya kegiatan yang kita cari adalah pilihan ke dua setelah kegiatan pokok dalam sebuah rumah kita selesaikan dulu seperti uraian contoh pada paragraf awal tulisan ini, seperti beribadah, membantu anak dalam pembelajaraan daring, mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ada. 

Kemudian yang ketiga adalah membuat jadwal kusus menyesuaikan sistem masuk kerja kita, kenapa harus memnuat sebuah jadwal? pertanyaan kami adalah jika kita dibuatkan jadwal oleh perusahan atau lembaga tempat kita bekerja kita sangat patuh dan taat yang mana itu untuk kepentingan perusahaan atau lembaga secara umum, kenapa tidak membuat jadwal untuk kepentingan dan kemajaun pribadi kita. 

Jangan sampai kita menjadi pribadi yang lebih banyak membuang lebih banyak setiap detik kita daripada waktu yang bisa kita ambil. Itu tiga cara sederhana untuk merubah dan membuat serbuah kebiasaan baru saat banyak berada di rumah, sebelum kita melakukan aktifitas untuk menunjang produktifitas kita.


Hal yang menjadi pertanyaan terakhir kaitanya dengan sebuah produktifitas seseoarang adalah setandar atau acuan seseorang mencapai sebuah produktifitas itu apa? dan seperti apa? Tidak ada acuan kusus dalam pencapain produktifitas seseorang, namun ada satu hal utama yang menjadi syarat muthlak sebagai syarat produktifitas. 

Produktif dapat difisualkan sesuatu yang kita hasilkan dari diri kita baik secara bathin atupun materiil, dan jasmani. Jadi sesuatu yang kita hasilkan dari diri kita adalah produktifitas kita, contoh sebuah kalimat yang kita keluarkan adalah produktifitas, syarat inilah yang menjadi hal muthlak dari sebuah ciri produktifitas, tentunya baru dari hasil tersebut akan dibuat sesuatu yang berkembang atau bertumbuh tidak. 

Semakin banyak yang kita hasilkan serta bertambah beragam yang kita ciptaksn maka itu adalah sebuah produktifitas diri. 

Saat kita mampu mengerjakan pekerjaan di rumah dan menyelesaikanya itu sudah sebuah produktifitas yang harus disyukuri dan yang pasti adalah harus ditingkatkan dalam menciptakan sebuah karya. 

Hasilkan sebuah karya yang bermanfaat untuk diri sendiri apalagi mampu berguna bagi orang lain itu akan bertambah nilai dari sebuah karya produktifitas kita.


Tugas kita semua adalah membuat sebuah pertanyaan yang kritis, tajam dan sadis untuk diri kita sendiri. Sejauh apa dan apakah kita sudah produktif dengan waktu yang diberikan Tuhan kepada diri kita..? apapun karya dan seperti apa wujudnya dari yang kita hasilkan adalah hal yang harus kita syukuri serta tingkatkan terus. 

Manusia yang beruntung adalah mampu bermanfaat untuk orang disekitarnya baik keluarga dan orang lain itu hal utama menjadi target yang harus kita capai dari diri setiap insan. 

Hal yang sulit adalah hal yang paling mudah kita lakukan, itu adalah jika kita tidak melakukan apa-apa dan saya pastikan kita tidak termasuk pada golongan orang yang produktif. Kami bisa katakan jika kami seperti itu maka lebih baik ke laut saja. 

Hidup selalu memiliki sebuah pilihan untuk diambil dan dari setiap pilihan yang diambil selalu menghasilkan sesuatu efek, yang pertama adalah hasil yang tidak mengciptakan apapun karya dan yang kedua sealu menghasilkan sebuah karya cipta. 

Karya yang selalu bercipta, berasa dan berkarsa. Karena yang yang tercipta akan pasti berasa dapat dinikmati serta akan banyak yang dapat diambil manfaat berkembangan dari ciptaan tersebut.

Singkatnya adalah rumah akan menjadi produktif ditengah pandemi covid 19 tergantung dari diri kita dalam kemauan menciptakan sebuah karya bathin ataupun fisual yang memiliki manfaaat untuk sendiri serta orang lain, terkusus untuk keluarga kita masing-masing, Aamiin.

LihatTutupKomentar

Iklan Bawah Artikel

loading...