-->
loading...

Rumahku Adalah Istanaku

Rumahku Adalah Istanaku


Namun tidak sedikit dari masyarakat yang kemudian merasa bosan dengan terlalu berlama-lama berada di rumah, meski itu adalah rumahnya sendiri, tempat tinggalnya sendiri ataupun hanya mengontrak tempat orang. 

Bagaimanapun status rumah yang ditinggali itu adalah rumah kita. Seperti sebuah syair lagu dari group band papan atas Indonesia yang melegenda kalimatnya yaitu Rumah Kita. Meski hanya berbilik bambu beratapkan rumbia, harusnya yang merupakan rumah kita tempat tinggal kita adalah istana buat kita dan keluarga kita ataupun untuk orang yang singgah mendatanginya.


Bagi kita yang masih menganggap rumah tempat tinggal kita hanya sebuah tempat singgah yang tidak nyaman maka teruntuk diri saya sendiri, kami katakan segeralah bertaubat.

rumah selalu menjadi tempat terbaik untuk kita kembali dan merajut sebuah cerita, bercengkrama bersama keluarga, anak dan istri, ataupun saat kita menikmati waktu kesendirian kita. 

Yang menjadi sangat penting membuat rumah agar menjadi nyaman untuk jasmani dan jiwa kita sebenarnya sangat sederhana, tidak bermuluk-muluk untuk menjadikan rumah kita bak istana raja dan permaisurinya mungkin. 

Jika keinginan adalah sumber bencana pikiran, maka dari cara berpikir pula akan menciptakan sebuah cara pandang suatu hal menjadi baik ataupun sebaliknya. Merubah dulu cara berpikir kita, kita harus menganggap bahwa rumah kita adalah tempat terbaik dan teraman untuk kita dan keluarga, lalu kita akan membuat rumah tersebut sesuai dengan fungsinya yaitu tempat bertumbuh dan berkembang keluarga kita. 

Kita semua berasal dari suku bangsa yang berbeda, lahir dari sebuah adat istiadat budaya yang tidak sama. Sehingga dalam menata atau mendesain sebuah tempat tinggalpun pasti berbeda, sudah menjadi hal yang wajar bila cara melihat sebuah rumah tinggalpun juga berbeda. Namun kami yakin bahwa kita akan sepakat untuk menyatakan hal seperti di atas bahwa rumah adalah tempat tinggal terbaik dan teraman untuk keluarga kita.


Awal yang menciptakan konteks tersebut adalah diri kita, maqka akan membawa pengaruh untuk orang sekitar dan mereka yang datang ataupun singgah ke rumah kita. Membuat rumah sesuai dengan fungsinya tentunya bukan hal yang sulit dilakukan oleh kita semua.

Bagaimana cara membuat rumah menjadi sesuai fungsinya? pertama kita harus memberikan fasilitas utama pada rumah tersebut, seperti ketersediaan ruang yang cukup sesuai dengan manfaatnya. 

Rumah tentunya memiliki bagian utama yaitu tata ruang rumah, adanya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, kamar mandi, dan kamar tidur, Hal-hal tersebut  harus tersedia pada sebuah rumah, lalu syarat utama pada sebuah tempat tinggal adalah ketersediaan air bersih, adanya instalasi listrik yang menunjang. 

Jika syarat-syarat sebuah rumah tersebut sudah terpenuhi maka kami yakin maka anda akan mendapatkasn rasa nyaman pertama dari memiliki sebuah tempat tinggal. Kemudian kita bisa membahas pada lingkungan yang menopang rumah tinggal kita, lingkungan kadang tidak bisa kita pilih pada sebuah tempat hunian, namun kita bisa menciptakan sebuah lingkungan yang kita harapkan.


Cara menciptakan lingkungan yang seperti harapan kiata adalah dari diri kita sendiri cara pribadi membawa diri dalam bergaul dengan lingkungan di sekitar kita. Apakah kita mampu meradaptasi dengan kepentingan-kepentingan bersama dari sebuah lingkungan masyarakat bersama keluarga kita. 

Kita tidak terus menerus menutup diri seolah kita tidak membutuhkan orang lain, karena kodrat utama dari manusia adalah makhluk sosial. Manusia harus hidup berdampingan dengan makhluk lain baik sejenis  ataupun berbeda. 

Kita tidak bisa terus menganggap bahwa hidup kita adalah hidup sendiri dengan pemenuhan kebutuhan sendiri lalu mengindahkan kodrat sosial kita yang harus berinteraksi dengan lingkungan kita dalam bermasyarakat. 

Terkusus untuk kita semua yang merantau jauh dari kampung halaman maka lingkungan tempat tinggal kita adalah kaluarga terdekat yang kita miliki. 

Jika ada sesuatu hal yang membutuhkan bantuan orang banyak atau dalam hal urgent lingkungan beserta tetangga kitalah yang menjadi orang pertama yang akan memberi bantuan dengan suka rela. 

Begitu kita jika ada tetangga dalam lingkungan kita membutuhkan sesuatu yang teramat penting kita harus selalu siap memberikan dengan tulus.


Dua syarat utama dalam menciptakan sebuah tempat tinggal menjadi sebuah istana bagi diri kita sudah terpenuhi maka pemandangan atau keadaan geografis dari rumah kita menjadi faktor ketiga. 

Tidak semua dari kita memiliki sebuah rumah yang memeiliki keadan geografis di sebuah pegunungan yang memiliki udara segar ciri kas pegunungan, memiliki pemandangan alam yang asri dan indah. Atau berada di tepi sebuah pantai berpasir putih, berkarang teguh dengan deburan ombak yang menghiasi suasana keseharian kita. 

Maka jadikanlah pemandangan letak geografis rumah kita menjadi alat terapi pikiran-pikiran lelah kita, meski tidak berada di pegunungan dan tepi pantai dengan nyiur indahnya.

Seperti halnya jika kita berada ditengah kota atau perkotaan, maka pemandangan jalan raya yang padat kendaraan, gedung-gedung menjulang dengan lampu warna-warni, bisa menjadi alat terapi pikiran bak kita berada di sebuah lingkungan istana, yang tentunya tidak dimiliki orang yang berada di pegunungan yang adem dan tepi pantai yang indah.


Ciptakanlah suasana di rumah menjadi suasana yang teduh dengan kegiatan ibadah bersama keluarga, menciptakan kualitas waktu bersama keluarga, jika dalam sebuah rumah ada beberapa kekurangan baik materiil ataupun non materil maka buatlah semua persoalan tersebut pada sebuah susana yang tetap menyenangkan dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan. 

Bawalah anak istri kita dengan suasana komunikasi nyang interaktif satu sama lain, itu adalah bagian dari kita saling memberikan perhatian kasih sayang kita dalam keluarga. Waktu yang kita miliki untuk mebuat mereka semua anggota keluarga kita merasa ada bersama kita. 

Kitapun akan merasakan bahwa kita memenag dibutuhkan seolah memenag kita berada ditengah-tengah para bidadari dan pangerang mengelilingi kita, karena kebutuhan rohani kita bukan sekedar pemenuhan secara meteril, namunjuga yang bersifat perasaan kebhagian dalam lingkup saling memberikan perhatian lebih.

Maka dasar dari menciptakan sebuah rumah yang menjadi istana untuk kita dan keluarga kita terletak dari kualitas kebutuhan-kebutuhan dasar jasmani serta rohani kita semua dalam sebuah keluarga. 

Tidak berlebihan jika satu hikmah adanya pandemi covid 19 adalah kita bisa lebih mawas diri dengan berada di rumah, jika selama ini kita masih menganggap bahwa rumah tempat tinggal kita adalah bukan merupakan sebuah istana megah yang indah untuk keluarga dan diri kita.
LihatTutupKomentar
loading...