-->
loading...

Membangun Rumah dengan Garis Sempadan Bangunan yang Benar

Membangun Rumah dengan Garis Sempadan Bangunan yang Benar

instarumah.com - Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah batas di mana seseorang boleh membangun rumah atau sebuah bangunan boleh dibangun pada sebidang lahan. Banyak sekali masyarakat yang salah kaprah dalam penerapanya, kususnya mereka yang memiliki rumah di wilayah perumahan-perumahan subsidi

Ingat meski adalah lahan dan rumah milik kita sendiri namun obyek tersebut berdidri di sebuah Negara yang memiliki aturan hukum yang berlaku.


Kami menyoroti bukan dari bidang atauran hukumnya, tapi kami melihat lebih pada hal detailnya, yaitu perilaku membangun sebuah bangunan tanpa mengindahkan sebuah aturan maka hal tersebut merugikan masyarakat disekitarnya. 

Sadar atau tidak perilaku tersebut tidak dibenarkan, dan akan mengakibatkan resiko-resiko negatif yang terjadi. Jika bicara GSB maka perlu diketahui terlebih dahulu untuk apa peruntukan dari GSB tersebut. 

Garis Sempadan Bangunan dimaksudkan untuk memberi ruang sisa pada sebuah bangunan, supaya pandangan dari sebuah rumah terlihat dari area sekitarnya. GSB juga digunakan untuk memberikan ruang terbuka pada sisi sebuah rumah sehingga memberikan serapan air yang cukup. Sebenarnya GSB bukan saja mengambil lahan yang didirikan bangunan saja, namun seperti diperumahan GSB mencapai area sanitasi depan rumah serta lahan sisa dipinggir jalan depan rumah tersebut.

Apalagi jika lokasi lahan rumah kita berada pada posisi sudut dari ujung jalan atau deretan pada blok perumahan. Maka sangat tidak diperbolehkan pada posisi lahan ini untuk menghabiskan lahanya didirikan bangunan semua, apalagi dengan dinding yang penuh menutup setinggi rumah tersebut.


Kenapa harus seperti itu dalam membangun lahan kita untuk didirikan rumah, bukankah itu adalah hak dari setiap warga negara. Lahan sendiri maka berhak untuk diapakan dan dibuat seperti apa. 

Semua itu benar adanya bukan sebuah hal yang salah pernyataan tersebut, namun sekali lagi saat kita membangun sebuah rumah atau bangunan tentunya kita mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Maka pemerintah lewat lembaga terkait tentunya memberikan ijin setelah melihat rancangan bangun kita yang memenuhi syarat atau ketentuan.

Lalu pertanyaanya adalah apakah dari setiap kita saat akan membangun bangunan atau mimimalnya merenovasi rumah, kita mengajukan IMB ? jika kita tidak mengajukan IMB maka satu tahap apa yang kita lakukan sudah salah.

Tentunya jika pada tahap awal sudah salah maka hal ke depanya sudah pasti salah, kecuali dalam faktanya kita memang memahami kaidah membangun yang sesuai dengan aturan.

Lantas berapakah ukuran GSB yang ideal dari bagian rumah dan bangunan yang kita bangun ? ukuran ideal dari GSB adalah lima belas sampai dua puluh prosen (15-20%) dari luasan keseluruhan rumah dan bangunan kita. Pada luasan ini tidak diperbolehkan membuat bangunan atau dinding setinggi rumah pokok sehingga menutup pandangan dari samping dan atau depan rumah kita.

Kususnya pada rumah dan bangunan diujung atau sudut jalan, kenapa demikian karena efek utamanya adalah menghalangi pandangan para pemakai jalan dari sisi jalan yang berlawanan dan berseberangan atau berdampingan.

Buat para pemakai jalan tersebut saat mengendarai kendaraan bermotor akan sangat mengganggu saat semua bagian sisi rumah dan bangunan itu tertutup oleh dinding. Ini baru salah satu efek yang ditimbulkan dan tentunya merugikan orang lain, GSB memiliki manfaat yang banyak karena GSB diwajibkan untuk rumah dan bangunan bagian depan.

Kami kira para pembaca lebih memahami cara mendesign dan menata baiknya seperti apa dalam membuat sebuah tata ruang untuk rumah dan bangunan kita yang sesuai dengan kaidah serta aturan.

Era sekarang sangat mudah untuk mendapatkan informasi dalam berbagai hal, buatlah rumah dan bangunan kita dengan benar, indah, dan memiliki estetika yang mempesona sehingga secara fungsi tercapai serta kenyamanan terwujud.
LihatTutupKomentar
loading...