-->
loading...

Apa itu Halloween | All Hallows' Eve

Halloween All Hallows' Eve


Jika kita membicarakan tentang Halloween maka identik dengan hantu, kostum seram, dan hal-hal yang berkarakter menyeramkan, baik pada lokasi, rumah, ataupun objek hidup dan mati. 

Sebelumnya kita kenali dulu sedikit pengertian tentang Halloween yang banyak dirayakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Halloween atau Hallowe'en dikenal sebagai perayaan disejumlah negara yaitu Hari Raya semua orang kudus. 

Halloween merupakan kependekan dari All Hallow's Evening yang berarti malam hari semua orang kudus, Halloween juga sebagai yang mengawali trihari masa para kudus. Nama lain dari Halloween adalah Hallowe'en, All hallowe'en, All Hallows' Eve, All Saints' Eve dan Malam Para Kudus. Yang dirayakan oleh kristenan barat dan banyak non-kristen di seluruh belahan dunia.

Perayaanya adalah berupa trick or treating (penyamaran dengan kostum seram), pesta kostum, membuat jack-o'-latern (waluh yang diukir), api unggun, kembang api, penenungan (ramalan), mengambil apel di air dengan mulut (apple bobbing), dan mengunjungi atraksi berhantu.

Untuk kegiatanya biasa diisi dengan ibadah gereja, do'a, puasa, dan vigili.


Halloween dirayakan setiap tanggal 31 Oktober pada setiap tahun kalender Masehi. Hallowe'en diyakini terkait dengan totensonntag, kamis arwah, samhain (festifal panen etnis gael yang dikristenkan sebagai Hallowe'en), hoptu-naa, calan gaeaf, calan gwav, hari orang mati, hari reformasi, hari raya semua orang kudus, dan hari kenakalan. 

Di banyak belahan dunia perayaan keagamaan kristen saat malam para kudus adalah menghadiri ibadah gereja dan menyalakan lilin pada makam. 

Beberapa umat kristiani secara historis berpantang daging, saat malam para kudus dengan diganti dengan memakan makanan tertentu misal apel, panekuk kentang, dan kue jiwa.

Sejarah singkat tentang Hallowe'en diawali sekitar tahun 1785 Masehi, istilah ini mulai digunakan dari kekristenan, yang mana Hallowe'en diyakini berasal dari istilah skotlandia untuk All Hallows' Eve yang seiring berjalanya waktu dikenal dengan Halloween. 

Adat dan kebiasaan Halloween masa kini diyakini banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dan adat istiadat negara-negara berbahasa kelt, yang beberapa didasari oleh pagan. 

Untuk waktu perayaan oleh bangsa kelt terhitung dari dimulai dan diakhiri saat matahari terbenan, berdasarkan perhitungan modern dimulai petang hari menjelang tanggal 1 November.

Pada saat ini seluruh irlandia dan britania, perayaan dalam rumah tangga mereka meliputi ritual dan permainan yang dimaksudkan untuk meramal masa depan seseorang kususnya berhubungan dengan kematian dan pernikahan.

Jika membahas singkat penyebaran perayaan Hallowe'en ke Amerika Utara diawali pada akhir abad-18 diawal abad-19, terjadinya imigrasi besar-besaran bangsa skotlandia dan irlandia pada abad-19lah menjadikan Halloween sebagai hari libur besar di Amerika Utara, meski terbatas hanya pada masyarakat imigran saja.

Namun secara bertahap berasimilasi ke dalam arus utama, dan pada dekade abad ke-20 dirayakan dari pesisir ke pesisir oleh masyarakat dari semua latar belakang agama, ras, dan sosial.


Dalam perayaan Hallowe'en sering menggunakan artefak dan simbol-simbol, yang terbentuk seiring berjalanya waktu. Contoh Jack-O'-latern dibawa oleh para penyamar untuk menakuti-nakuti roh jahat.

Ada suatu cerita rakyat populler di kalangan kristen irlandia sehubungan dengan jack-O'-latern, yang mana dalam folklor dikatakan mempresentasikan jiwa yang ditolak masuk surga maupun neraka.

Menurut tradisi irlandia dan skotlandia turnip diukir atau dibentuk sebelum Halloween, namun para imigran di Amerika Utara menggunakan waluh setempat, yang mana lebih besar dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk daripada turnip. 

Tradisi mengukir waluh di Amerika tercatat 1837 Masehi terkait dengan waktu panen pada umumnya yang tidak secar kusus dikaitkan dengan Halooween sampai pada pertengahan dan pada akhir abad 19. 

Sedangkan Halloween modern berasal dari banyak sumber termasuk eskatologi kristen, adat nasional, karya-karya gotik, dan sastra horor (seperti frankenstein dan drakula) termasuk film horor klasik (frankenstein dan  mummy). 

Jika melihat perayaan Hallowe'en maka melekat erat citra tengkorak yang mana itu sebagai simbol pengingat manusia  bahwa kehidupan itu sementara dan adanya kematian, hal ini merujuk pada golgota dalam tradisi kristen.

Biasanya pada gereja belakang tergambar tentang pengadilan terakhir lengkap dengan makam-makam yang terbuka dan bangkitnya orang mati, dengan suatu surga yang penuh malaikat dan neraka dengan setan-setanya.

Selain tengkorak kita juga akan menemui elemen-elemen musim gugur  seperti kelobot jagung, waluh, orang-orangan sawah yang melekat erat dalam tema Halloween.

Secara umum gambaran tentang tema Hallowe'en adalah meliputi kematian, kejahatan, dan monster-monster dalam mitos, yang semuanya identik dengan warna-warna hitam, oranye, dan kadang-kadang ungu yang sangat identik.


Mengenal apa itu trick or treating dalam perayaan Halloween yang paling sering dilakukan, adalah suatu kegiatan yang sering dilakukakan anak-anak saat Halloween. 

Dimana mereka pergi berkeliling dari rumah ke rumah mengenakan suatu kostum untuk meminta sesuatu seperti permen atau kadang-kadang uang sambil mengajukan pertanyaan. 

Kata trick yang mengacu pada threat (ancaman) yang artinya mereka akan melakukan kenakalan pada pemilik rumah atau merusak property mereka jika tidak diberikan apa yang mereka minta. Praktik ini dikatakan berakar dari praktik bermain sandiwara bisu (mumming) pada abat pertengahan  yang mana berkaitan dengan kebiasaan berbagi kue jiwa (souling). 

Ada suatu varian populer dari trick or treating yaitu yang dikenal dengan trunt or treating (Halloween tailgating) dimana anak-anak ditawarkan suguhan (treat) dari bagasi (trunk) mobil yang diparkir di pelataran gereja. 

Trunk or treating begitu cepat berkembang popularitasnya karena dianggap lebih aman dari pada pergi dari pintu ke pintu serta dapat diterima dengan baik oleh para orang tua, kususnya menghindari hal-hal yang dapat disalah gunakan seperti untuk tindakan kejahatan yang sebenarnya oleh orang-orang yang tidak  bertanggung jawab.

Berkembang dari waktu ke waktu dan generasi ke generasi kostum perayaan Halloween secara tradisi menirukan tokoh-tokoh supranatural seperti vampir, monster, kerangka, hantu, penyihir, dan setan. 

Bahkan seiring berjalanya waktu di Amerika Serikat pemilihan kostum diperluas meliputi karakter-karakter populer dari arketip umum, selebriti, dan tokoh fiksi seperti ninja dan putri raja. 

Di Amerika Serikat kostum Halloween pertama kali diproduksi masal terlihat di toko-toko mulai tahun 1930 an setelah trick or treating populer di sana.


Di antara banyak kegiatan dalam perayaan Halloween seperti yang dijelaskan tersebut, hal yang paling utama dan dikerjakan oleh semua orang kristen pada umumnya adalah beribadah di gereja sebagai bentuk pengingat kepada kususnya mereka yang telah meninggal.

Bahkan tradisi kristen merayakan Halloween dengan vigili yaitu umat melakukan persiapan diri dengan do'a dan puasa untuk hari raya pada hari berikutnya (Hari Para Kudus). 

Ibadah di geraja ini disebut juga Vigil of All Hallows atau Vigil of All Saint, yang mana dikenal dengan malam cahaya (Night of Light) ditujukan untuk lebih menyebarluaskan Vigili para kudus di seluruh kekristenan.

Setelah ibadah tersebut biasanya dilanjutkan dengan hiburan dan pesta yang sesuai serta kunjungan ke pemakaman mendo'akan, menaruh bunga, serta menyalakan lilin.
LihatTutupKomentar
loading...